Artikel
Mahasiswa KKN Kelompok 04 Dorong Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kebonagung
Kebonagung 14 Agustus 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 04 di Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, melaksanakan sejumlah program kerja yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan literasi, serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa.
Gambar 1 Mahasiswa KKN Kebonagung
Melalui program KKN yang dilaksanakan bersama masyarakat Desa Kebonagung, mahasiswa Kelompok 04 berupaya memberikan solusi sederhana yang dapat diterapkan dan dilanjutkan oleh masyarakat setelah kegiatan KKN berakhir. Beberapa program yang dijalankan meliputi E-Katalog UMKM, pendampingan NPWP, pembuatan Sabun dari Bahan Alami, Rumah Belajar, serta pembuatan banner untuk UMKM.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah membantu UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital. Melalui program E-Katalog UMKM, mahasiswa melakukan pendataan dan membantu memperkenalkan produk-produk usaha masyarakat dalam bentuk katalog digital. Program ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mempromosikan produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran UMKM Desa Kebonagung.
Selain digitalisasi, mahasiswa juga memberikan pendampingan terkait NPWP bagi pelaku UMKM. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk edukasi mengenai pentingnya administrasi perpajakan bagi keberlangsungan dan perkembangan usaha. Pendampingan diberikan secara sederhana agar masyarakat lebih memahami proses dan manfaat memiliki NPWP.
Gambar 2 Proses Pembuatan Sabun di Desa Kebonagung
Program lain yang turut dilaksanakan adalah pembuatan sabun. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk praktik bersama masyarakat dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan, seperti jeruk nipis dan daun suji.
Gambar 3 Buku Panduan Pembuatan Sabun Cuci Piring Berbahan Alami
Untuk memastikan masyarakat dapat mempraktikkannya secara mandiri di rumah, mahasiswa KKN juga membagikan buku panduan informatif bertajuk "Sabun Cuci Piring Berbahan Alami". Buku ini memuat panduan lengkap, mulai dari persiapan alat, hingga tips penting seperti keharusan menggunakan peralatan bersih, anjuran untuk mengaduk perlahan agar busa tidak berlebihan, dan cara menyaring rebusan daun suji serta perasan jeruk nipis sebelum dicampurkan agar hasil sabun lebih maksimal.
Gambar 4 Praktik Langsung Mengaduk Campuran Sabun Bersama Ibu-ibu PKK
Dalam sesi praktik, warga desa tampak antusias turun tangan langsung membuat adonan sabun. Dengan tetap memperhatikan kebersihan menggunakan sarung tangan, warga mencampurkan bahan-bahan aktif peluruh lemak secara bertahap di dalam wadah, sembari mengaduknya secara perlahan hingga menghasilkan tekstur busa yang pas.
Gambar 5 Hasil Akhir Sabun Cuci Piring Cair
Selain memberikan pengalaman baru, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif keterampilan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk rumah tangga maupun produk bernilai ekonomi. Hasil praktik tersebut sukses menghasilkan produk sabun cuci piring cair berwarna hijau segar alami yang kemudian dikemas rapi dalam botol-botol kemasan siap pakai. Produk inovasi ini tidak hanya bermanfaat untuk menghemat pengeluaran rumah tangga, tetapi juga berpeluang menjadi ide usaha baru bagi ibu-ibu di Desa Kebonagung.
Dalam pelaksanaan program digitalisasi UMKM, mahasiswa tidak hanya berfokus pada pembuatan E-Katalog, tetapi juga berusaha memastikan agar hasil program tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM secara berkelanjutan.
“Kami tidak ingin program yang sudah dibuat selama KKN hanya berhenti ketika kegiatan KKN selesai. Harapannya, E-Katalog yang sudah dibuat bisa terus digunakan oleh pelaku UMKM untuk mengenalkan produknya, dan mereka juga bisa memahami cara mengelolanya secara mandiri,” ungkap salah satu mahasiswa KKN Kelompok 04.
Gambar 6 Program Rumah Belajar
Di bidang pendidikan, Kelompok 04 menghadirkan program Rumah Belajar yang ditujukan untuk anak-anak Desa Kebonagung. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar dan bermain secara edukatif bersama mahasiswa KKN. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berusaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membantu meningkatkan semangat belajar anak-anak di desa.
“Melalui Rumah Belajar, kami ingin anak-anak tidak hanya mendapatkan tambahan materi belajar, tetapi juga merasa bahwa belajar itu bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat belajar mereka meskipun nantinya kegiatan KKN sudah selesai,” ujar mahasiswa KKN Kelompok 04.
Gambar 7 Sosialisasi Cyberbullying di Sekolah Dasar
Masih dalam lingkup pendidikan dan literasi, mahasiswa KKN Kelompok 04 juga mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai bahaya cyberbullying (perundungan siber) kepada siswa-siswi sekolah dasar setempat. Melalui presentasi yang interaktif, mahasiswa memberikan edukasi terkait tindakan-tindakan yang termasuk dalam kategori cyberbullying, seperti menyebarkan gosip atau berita bohong (hoaks) tentang teman, serta mengirimkan pesan yang menakut-nakuti atau mengancam. Sosialisasi sejak dini ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah dan pergaulan digital yang lebih aman, positif, dan saling menghargai antarsiswa.
Gambar 8 Kegiatan Mewarnai Bertema Lingkungan Gambar 9 Anak-anak Menunjukkan Hasil Menanam dalam Program Eco Kids
Melengkapi rangkaian edukasi di sekolah dasar, Kelompok 04 juga menginisiasi kegiatan Eco Kids untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak untuk berkreasi melalui aktivitas menggambar dan mewarnai dengan tema pelestarian alam, seperti kampanye reuse dan recycle. Selain itu, mahasiswa juga mengajak para siswa untuk mempraktikkan cara merawat bumi secara langsung melalui kegiatan menanam bibit tanaman di dalam pot-pot kecil. Melalui pendekatan praktis yang menyenangkan ini, diharapkan rasa cinta dan kepedulian anak-anak terhadap kelestarian lingkungan dapat terus berkembang.
Gambar 10 Melaksanakan Kegiatan Senam Bersama
Tak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan pendidikan, mahasiswa KKN Kelompok 04 juga mempedulikan kesehatan dan kebugaran jasmani warga. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan senam bersama yang diadakan di area balai desa setempat. Mahasiswa KKN tampil energik mengambil peran sebagai instruktur, memandu jalannya senam di depan para peserta dan mengajak warga untuk bergerak aktif. Kegiatan senam bersama ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga menjadi sarana rekreasi yang efektif untuk mempererat tali silaturahmi dan keakraban antara mahasiswa KKN dengan masyarakat Desa Kebonagung.
Gambar 11 Anak-anak Mengikuti Lomba Memasukkan Paku Ke Dalam Botol, Makan Krupuk, Estafet Air
Suasana di Desa Kebonagung semakin meriah di malam hari dengan diadakannya berbagai perlombaan tradisional yang diorganisasi oleh mahasiswa KKN Kelompok 04. Anak-anak desa tampak sangat antusias dan penuh tawa saat mengikuti perlombaan klasik yang menguji ketangkasan, seperti lomba memasukkan paku ke dalam botol dan lomba makan krupuk yang menantang. Kekompakan mereka juga diuji melalui permainan beregu estafet air menggunakan gelas yang diikat di kepala. Rangkaian perlombaan ini sukses menjadi hiburan yang menyegarkan sekaligus sarana menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, dan keceriaan bersama warga.
Gambar 12 Mahasiswa KKN di Area Kebun Jeruk
Keakraban dan sinergi dengan aparatur desa juga terjalin erat melalui kegiatan eksplorasi potensi agrikultur setempat. Di sela-sela pelaksanaan program kerja, mahasiswa KKN Kelompok 04 berkesempatan mengunjungi area perkebunan warga dan melakukan kegiatan memetik buah jeruk langsung dari pohonnya. Momen istimewa ini dilakukan bersama-sama dengan Kepala Desa (Pak Kades) Kebonagung. Kegiatan ini memberikan wawasan langsung kepada mahasiswa mengenai potensi hasil bumi desa yang melimpah, sekaligus mempererat kebersamaan dengan jajaran perangkat desa.
Gambar 13 Banner UMKM Yokk Nggemoyy
Gambar 14 Banner UMKM Warung Mas Aal
Sementara itu, untuk mendukung kegiatan promosi UMKM secara langsung, mahasiswa juga membantu membuat banner UMKM. Banner tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik visual dan memudahkan masyarakat mengenali produk maupun usaha yang dijalankan oleh pelaku UMKM setempat.
Rangkaian program tersebut tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada kebermanfaatan yang dapat dirasakan masyarakat. Mahasiswa KKN Kelompok 04 berusaha melibatkan warga dalam setiap proses agar program yang diberikan dapat dipahami dan dimanfaatkan secara mandiri.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, KKN Kelompok 04 berharap kehadiran mahasiswa di Desa Kebonagung dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan UMKM, pendidikan, dan peningkatan keterampilan. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan program yang sesuai dengan kebutuhan desa dan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Gambar 15 Kegiatan Reses DPRD Provinsi Jawa Timur
Selain menjalankan program kerja utama, mahasiswa KKN Kelompok 04 juga turut serta mengikuti dan membantu menyukseskan kegiatan desa, salah satunya adalah Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang DPRD Provinsi Jawa Timur. Kegiatan serap aspirasi ini dihadiri langsung oleh Drs. M.H. Rofiq (Fraksi Gerindra) selaku perwakilan Daerah Pemilihan Kabupaten Lamongan dan Gresik. Acara tersebut turut melibatkan para tokoh masyarakat setempat, dan kehadiran mahasiswa KKN menjadi bentuk partisipasi aktif dalam mendukung jalannya agenda penting di lingkungan desa.
Rangkaian program tersebut tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada kebermanfaatan yang dapat dirasakan masyarakat. Mahasiswa KKN Kelompok 04 berusaha melibatkan warga dalam setiap proses agar program yang diberikan dapat dipahami dan dimanfaatkan secara mandiri.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, KKN Kelompok 04 berharap kehadiran mahasiswa di Desa Kebonagung dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan UMKM, pendidikan, dan peningkatan keterampilan. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan program yang sesuai dengan kebutuhan desa dan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Gambar 16 Malam Puncak KKN Desa Kebonagung 2026
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian pengabdian, mahasiswa KKN Kelompok 04 menggelar acara Malam Puncak KKN Desa Kebonagung 2026. Bertempat di balai desa, acara perpisahan ini berlangsung hangat dengan dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Momen ini ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran seluruh program kerja yang telah dilaksanakan. Acara ini sekaligus menjadi simbol perpisahan dan ungkapan terima kasih yang mendalam dari mahasiswa kepada masyarakat Desa Kebonagung yang telah menyambut, mendukung, dan berkolaborasi dengan sangat baik selama masa KKN.
Rangkaian program tersebut tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada kebermanfaatan yang dapat dirasakan masyarakat. Mahasiswa KKN Kelompok 04 berusaha melibatkan warga dalam setiap proses agar program yang diberikan dapat dipahami dan dimanfaatkan secara mandiri.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, KKN Kelompok 04 berharap kehadiran mahasiswa di Desa Kebonagung dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan UMKM, pendidikan, dan peningkatan keterampilan. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan program yang sesuai dengan kebutuhan desa dan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Pembukaan KKN UISI Kelompok 9 Desa Kebonagung di Kecamatan Ujungpangkah
Bupati Gresik Launching Ekspor Perdana UMKM Jeruk Nipis Kebonagung ke Malaysia dan Singapura
Persyaratan Layanan Penerbitan KTP
Membangun Desa Lewat Gotong Royong

